7 Limbah Agroindustri Yang Bagus Sebagai Bahan Baku Konsentrat

7 Limbah Agroindustri Yang Bagus Sebagai Bahan Baku Konsentrat

Peningkatan produksi dan produktivitas ternak sangat tergantung dari tiga faktor yaitu pakan, pemeliharaan dan genetik. Pada usaha ternak ruminansia ketersediaan pakan berupa hijauan mutlak dibutuhkan. Untuk itu integrasi dengan usaha pertanian merupakan alternatif untuk mengembangkan usaha peternakan yang berkesinambungan dan mampu memperbaiki ketersediaan pakan bagi ternak ruminansia. Bahan baku pakan asal limbah agroindustri diantaranya adalah :

  1. Dedak padi diperoleh dari penggilingan padi menjadi beras. Pemakaian dedak padi dalam ransum ternak umumnya sampai 25% dari campuran konsentrat. Dedak padi yang berkualitas baik mempunyai protein rata-rata dalam bahan kering adalah 12,4% , lemak 13,6% dan serat kasar 11,6%. Dedak padi menyediakan protein yang lebih berkualitas dibandingkan dengan jagung. Dedak padi kaya akan thiamin dan sangat tinggi akan niasin. Dedak padi sangat rentan untuk mengalami pengoplosan dengan bahan lain seperti sekam, serbuk gergaji dan kapur.
  2. Onggok Salah satu jenis industri yang cukup banyak menghasilkan limbah adalah pabrik pengolahan tepung tapioka. Dari proses pengolahan singkong menjadi tepung tapioka, dihasilkan limbah sekitar 75% dari bahan mentahnya. Dimana limbah tersebut berupa limbah padat yang biasa disebut onggok (ampas singkong). Onggok yang berkualitas baik mempunyai kandungan protein kasar 2,89%  serat kasar 14,73%,  lemak kasar  0,38%    dan  air  20,31%.
  3. Pollard merupakan limbah dari penggilingan gandum menjadi terigu. Angka konversi pollard dari bahan baku sekitar 25-26%. Pollard merupakan pakan yang popular dan penting pada pakan ternak karena palatabilitasnya cukup tinggi. Pollard kaya akan phosphor (P), feerum (Fe) tetapi miskin akan kalsium (Ca). pollard mengandung 1,29% P, tetapi hanya mengandung 0,13% Ca. bagian terbesar dari P ada dalam bentuk phitin phosphor. Polard kaya akan niacin dan thiamin.
  4. Bungkil kelapa adalah sisa sampingan dari proses pembuatan minyak kelapa. Komposisi dari bungkil kelapa adalah bahan kering 88,5%  serat kasar 15,38% protein kasar 18,58% dan lemak kasar 12,5%  . Dalam ransum bungkil kelapa dipakai sebanyak 10-15%. Permasalahan utama pada bahan pakan ini adalah kekurangan asam amino lysine dan histidin sehingga pemakaiannya untuk ternak monogastrik perlu diperhatikan keseimbangan asam aminonya.
  5. Kulit kopi dapat digunakan sebagai pakan ternak. Pemanfaatan kulit kopi pada ternak ruminansia dapat meningkatkan pertambahan berat badan ternak. Kulit kopi cukup potensial untuk digunakan sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Kulit kopi non fermentasi memiliki kandungan protein kasar sebesar 8,49%, relatif sebanding dengan kandungan zat nutrisi rumput.. Walaupun demikian terdapat beberapa faktor pembatas penggunaan kulit kopi, diantaranya cukup tingginya kandungan serat kasar serta mengandung zat antinutrisi seperti tannin dan kafein.
  6. Kulit buah cokelat merupakan limbah utama dari tanaman coklat yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Limbah kulit buah coklat yang dihasilkan dapat mencapai 75,6% dari total biji coklat. Kulit buah coklat kandungan nutrisinya terdiri atas Protein 8,11%, Serat Kasar 16,42%,Lemak 2,11% dan penggunaannya untuk ternak ruminansia 30-40%.
  7. Bungkil kedelai adalah produk sampingan dari industri pengolahan minyak kedelai. Biji kedelai adalah biji-bijian yang tertinggi kandungan proteinnya yaitu sekitar 42%. Komposisi kandungan kimia dari kedelai adalah kadar air 12%   protein kasar  46%  serat kasar  6,5 % dan   lemak kasar  3,7%. Permasalahan utama dari bungkil kedelai adalah harganya yang mahal, kualitas kedelai lokal yang masih jauh dari kualitas kedelai import. Beberapa solusi dalam mengatasi permasalahan bungkil kedelai ini antara lain adalah peningkatan kualitas dari kedelai lokal.