Apa Guna Desinfektan?

Apa Guna Desinfektan?

Melindungi cemaran berbagai penyakit dan mikroorganisme yang dapat membahayakan ternak merupakan sebuah poin penting yang harus dilakukan di peternakan. Disinilah penggunaan desinfektan menjadi sebuah alat pembantu untuk menekan segala hal yang membahayakan ternak akibat infeksi atau mikroorganisme. Namun, ternyata tidak hanya sebatas itu saja penggunaan desinfektan. Apa guna desinfektan yang lainnya terutama di peternakan?

Tujuan dari penggunaan desinfektan adalah membunuh kuman dan bakteri yang ada pada tubuh ternak maupun di lingkungannya. Jadi penggunaannya tentu saja meliputi di kandang ternak yang berisi ternak. Jadi, kandang tersebut tidaklah kosong. Dengan demikian, sekalipun ada ternak yang sedang sakit, maka paling tidak angka penyebarannya terhadap ternak lain dapat diminimalisasi. Hal ini tentu saja tidak hanya dapat memberikan manfaat bagi peternak melainkan juga bagi hewan ternak itu sendiri karena memiliki masa hidup yang lebih panjang. Tidak lagi diperlukan ruang isolasi bagi ternak yang sakit maupun memilah milah ternak dengan kondisi kurang baik karena penyebaran penyakit tersebut dapat ditekan oleh penggunaan desinfektan.

Adapun kandungan yang harus dimiliki oleh desinfektan adalah oxidizing agent saja. Lebih daripada itu dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan saluran pencernaan dan pernafasan pada ternak. Tak hanya itu, takaran dan frekuensinya pun harus tepat karena hal tersebut juga mempengaruhi tingkat kesehatan ternak. Semakin sering diberikan desinfektan, maka tentu saja kesehatan ternak akan semakin terjamin. Namun, ada baiknya mempelajari lebih lanjut pemberian desinfektan yang efektif pada luas kandang dan jumlah ternak tertentu.

Sekalipun dianjurkan untuk menyemprotkan desinfektan kepada ternak, namun tidak serta merta para peternak boleh menyemprotkannya secara langsung ke arah ternak. Akan lebih baik jika menggunakan metode kabut yakni melakukan penyemprotan ke arah atap kandang. Mekanisme kerja desinfektan adalah obat tersebut bekerja pada tubuh ternak kemudian dibuang. Oleh sebab itu, frekuensi penggunaannya haruslah sesering mungkin karena ketika obat keluar dari tubuh, maka pertahanan yang dimiliki oleh ternak hanyalah mengandalkan daya tahan tubuhnya sendiri. Saat-saat inilah yang wajib diwaspadai oleh peternak.