Apa Itu Tanin (Zat Antinutrisi) yang Biasa Terkandung pada Tanaman Leguminosa

Apa Itu Tanin (Zat Antinutrisi) yang Biasa Terkandung pada Tanaman Leguminosa

Suatu penelitian telah dilakukan mengenai usaha peningkatan produksi sapi potong dengan memanfaatkan tanaman legum dan penambahan suplemen senyawa tanin. Beberapa orang mungkin akan bertanya apa itu tanin dan apa saja tanaman leguminosa. Pembahasan singkat mengenai keduanya akan berhubungan dengan hewan ruminansia, seperti sapi atau domba.

Tanin merupakan anggota senyawa polifenol alami yang sifat utama dari zat ini adalah kemampuannya berikatan dengan protein sebagai salah satu komponen pakan yang mahal. Tanaman leguminosa merupakan kelompok tanaman yang memiliki tingkat kecernaan protein yang lebih tinggi daripada rumput. Leguminosa juga mengandung vitamin dan mineral yang tinggi. Anggota tanaman ini misalnya, kaliandra, gamal, turi dan lain sebagainya.

Tanin memiliki sifat antinutrisi yang mana ditunjukkan dari beberapa karakteristik yang dimilikinya. Pertama, tanin memiliki rasa sepat. Hal ini membuat ternak enggan mengonsumsinya. Kedua, zat ini mampu membentuk ikatan yang kompleks dengan protein atau enzim-enzim pencernaan. Ketiga, produk hasil hidrolisis dari senyawa polifenol ini bersifat toksik untuk hewan. Keempat, tanin dapat menyebabkan luka pada sistem digesti sehingga mampu menyebabkan gangguan sistem pencernaan. Poin-poin ini dapat menjawab pertanyaan mengenai apa itu tanin.

Zat antinutrisi ini diketahui dapat memengaruhi hewan ternak pada saat mastikasi, yaitu di mana pakan mengandung tanin banyak di konsumsi. Adanya pengikatan tanin pada pakan dengan saliva pada mulut dapat membuat pakan tidak enak bagi hewan sehingga terjadi penurunan konsumsi. Tanin terbagi menjadi dua golongan, yakni tanin terhidrolisis dan terkondensasi. Tanin terhidrolisis merupakan gula sederhana dan asam fenolat. Sementara, tanin terkondensasi adalah golongan tanin yang sulit terhidrolisis karena membentuk senyawa kompleks. Senyawa ini terbentuk akibat kondensasi flavanol. Nama lainnya adalah proanthocyanidins.

Sampai saat ini, ilmu fitokimia terus mengembangkan tentang pemanfaatan dari tanin sendiri. Salah satu senyawa glikosida ini merupakan sumber potensial dalam peningkatan produksi ternak sapi. Ulasan mengenai apa itu tanin ini semoga dapat menambah referensi bagi pihak yang berkepentingan. Khususnya untuk para pelaku ternak hewan ruminansia.