Beberapa Penyakit Mematikan Pada Sapi

Beberapa Penyakit Mematikan Pada Sapi

Penyakit mematikan pada sapi dapat dibagi menjadi dua berdasarkan penyebabnya. Penyakit infeksius, merupakan penyakit yang disebabkan oleh agen infeksi seperti bakteri, virus, parasit, jamur, dan penyakit non infeksius merupakan penyakit yang terjadi bukan karena agen infeksi, seperti contohnya penyakit metabolik. Berikut akan dibahas mengenai beberapa contoh penyakit tersebut.

Beberapa penyakit infeksius yang sering terjadi pada sapi adalah Brucellosis atau keluron menular yang menyebabkan keguguran pada sapi yang sedang bunting. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Brucella abortus. Penyakit mematikan pada sapi yang berikutnya adalah Anthrak atau radang limpa yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit ini sering menyebabkan kematian mendadak pada sapi dengan munculnya darah secara tiba-tiba dari lubang alami tubuh. Perlu diingat, penyakit ini dapat menular dan menyebabkan kematian pada manusia. Septicemia epizootica yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dapat menular dari hewan satu ke lainnya. Bovine Viral Dhiarrhoea atau BVD juga merupakan penyakit infeksius yang mematikan pada sapi yang disebabkan oleh Bovine Viral Dhiarrhoea Virus.

Penyakit non infeksius pada sapi yang sering terjadi adalah gangguan metabolik pencernaan seperti kembung/ bloat, asidosis rumen, Milk fever, dan ketosis. Kembung/ bloat disebabkan karena gas hasil pencernaan tidak bisa keluar dari rumen dan apabila dibiarkan begitu saja bisa menyebabkan kematian pada sapi. Asidosis rumen adalah kondisi dimana pH rumen dibawah 5.0 (normal 7.0), disebabkan karena pemberian pakan karbohidrat rendah serat dengan jumlah terlalu banyak. Milk fever terjadi karena kadar kalsium dalam darah sapi rendah, biasanya terjadi 24 jam setelah melahirkan. Ketosis atau Acetonemia terbagi dalam dua bentuk yaitu ketosis primer dan sekunder. Ketosis primer terjadi karena tidak seimbangnya kebutuhan karbohidrat, sedangkan ketosis sekunder ditandai adanya penyakit lain yang menyebabkan sapi tidak mau makan sehingga asupan energi kurang.

Beberapa penyakit diatas merupakan contoh penyakit mematikan pada sapi yang disebabkan oleh agen infeksi maupun karena gangguan metabolik. Penyakit-penyakit diatas ada yang dapat menular pada manusia atau zoonosis, oleh karena itu diharapkan untuk berhati – hati bila anda memiliki sapi dengan gejala penyakit yang mencurigakan. Segera kontak dokter hewan atau petugas yang berwenang. Semoga bermanfaat.