Belgian Blue Sapi Kekar Berotot Lahir di Indonesia

Belgian Blue Sapi Kekar Berotot Lahir di Indonesia

Perkembangan zaman memaksa manusia untuk berlomba-lomba dalam memenuhi keberlangsungan hidup. Daging salah satu kebutuhan manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Daging sapi adalah salah satu makanan yang sering dikonsumsi. Sayangnya kecepatan produksi daging sapi di beberapa negara tidak sebanding dengan kebutuhan yang lebih besar dari produksi.

Indonesia salah satu negara yang terus mengikuti perkembangan dunia dalam teknologi serta ilmu peternakan. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan daging hewan yang terus meningkat serta memperbaiki sifat genetik ternak. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan saat ini telah mengembangkan sapi Belgian Blue. Sapi ini berasal dari Belgia dan telah mampu dilahirkan di Indonesia. Sapi Belgian Blue lahir di Balai Embrio Ternak Cipelang (BET Cipelang) Bogor. Sapi yang lahir dari Inseminasi Buatan dengan Indukan FH, Limousin, Dan Simmental dapat lahir sejumlah 6 ekor. Embrio Transfer dengan donor dari sapi Belgian Blue mampu lahir dengan bobot 62,5 kg. Bobot itu setara sapi keturunan Simental umur 2 bulan. Sapi ini dinamakan “Gatot Kaca” yakni diharapkan mampu seperti Gatot Kaca yang Kuat, Gagah dan Besar. Keberhasilan ini merupakan salah satu wujud pemerintah dalam swasembada daging. Sapi transfer embrio dibawa langsung dari Belgia ke Indonesia dengan indukan Simmental. Keberhasilan teknik transfer embrio sapi Belgian Blue merupakan keberhasilan pertama teknologi embrio transfer yang ada di Asia Tenggara.

Sapi Belgian Blue merupakan sapi pedaging yang kekar dan berotot. Sapi ini mampu menghasilkan daging hingga 10 kali lipat dari sapi lokal. Hal ini berarti menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghasilkan produk daging dengan meningkatkan kualitas ternak bukan kuantitas jumlah ternak. Adanya ilmu dan teknologi baru yakni masuknya sapi Belgian Blue “ Gatot Kaca” mampu meningkatkan bobot badan ternak secara nyata. Adanya peningkatan bobot badan yang signifikan dari ternak sapi akan membuat Indonesia mampu berdikari dalam dunia peternakan sapi.

Sapi Belgian Blue merupakan sapi berotot pertama di dunia. Sapi ini berotot bukan karena adanya obat-obat kimia. Sapi ini persilangan dari Shorthorn dan Charolais yang dikembangkan peternak Belgia. Belgia terus mengembangkan jumlah populasi dan juga mengembangkan kualitas ternak yang ada. Sapi ini hasil perkawinan silang bukan antar dua bangsa sapi yang berbeda. “Gatot Kaca” mampu menghasilkan bobot hingga 1,5ton dalam 2 tahun jauh di atas Limousin yang mampu 600-800kg dalam 2 tahun. Sapi ini memliki otot besar dan kuat. Kulit yang dimiliki sapi Belgian Blue tipis dan sedikit lemak. Sapi ini bisa menghasilkan karkas 73% dari total bobot tubuhnya. Pada sapi lokal karkas yang dihasilkan hanya 47%.

Gatot Kaca Lahir di BET Cipelang Bogor dengan teknik ET. Foto: Eduardo Simorangkir

Lahirnya “ Gatot Kaca “ diharapkan mampu memperbaiki sifat genetik sapi dengan memacu pertumbuhan sapi yang optimal. Sehingga kualitas ternak dapat terpacu meningkat lebih cepat. Sehingga sapi yang ada di Indonesia dapat lebih baik lagi dan meningkat.