Cara Mudah Mengetahui Berat Sapi Tanpa Timbangan

Cara Mudah Mengetahui Berat Sapi Tanpa Timbangan

Beternak sapi merupakan sebuah usaha yang menjanjikan. Seiring dengan perkembangan jaman dan peningkatan pengalaman para peternak, kini mereka tidak perlu lagi mengandalkan timbangan untuk mengetahui bobot sapi. Adapun cara mudah mengetahui Berat Sapi tanpa timbangan adalah dengan menggunakan pita ukur. Jika dibandingkan dengan harga timbangan, tentu saja penggunaan pita ukur jauh lebih murah. Di samping itu, hasil perhitungannya pun tidak kalah valid dengan penggunaan timbangan.

Cara yang harus diperhatikan adalah mencermati penampang tubuh sapi terlebih dahulu. Sapi memiliki bentuk seperti tabung, sehingga yang harus dilakukan adalah mencari volume tabung melalui luas alas dan tinggi. Luas alas tabung dapat diketahui melalui lingkar dada sapi dan panjang badan sapi sebagai tinggi. Untuk mengukur lingkar dada, seutas tali dilingkarkan melalui belakang belikat. Sementara untuk ukuran tiggi, maka tali diletakkan sepanjang bahu hingga tulang duduk sapi. Setelah semua ukuran tersebut diperoleh, maka dapat dimasukkan ke dalam rumus Schoorl atau Scheiffer.

Pengukuran lingkaar dada pada ternak

Pengukuran panjang badan pada ternak

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun rumus Schoorl yaitu bobot badan (kg) = lingkar dada (cm) + 22 kemudian hasilnya dikuadratkan dan dibagi 100. Sedangkan untuk perhitungan rumus Scheiffer yaitu bobot sapi = lingkar dada (inchi) kuadrat x panjang badan (inchi) dibagi 300. Jika menggunakan satuan cm, maka rumusnya menjadi bobot sapi = lingkar dada kuadrat x panjang badan dibagi 10840. Dari hasil yang didapatkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa rumus Scheiffer memberikan hasil yang mendekati berat sapi sebenarnya dengan tingkat kesalahan di bawah 10%. Rumus-rumus ini cocok digunakan untuk sapi-sapi eropa seperti simental dan limosin

Setelah mengetahui bobot sapi hidup, maka persentase daging dan karkas dapat diketahui dari bobot tersebut. Daging sebesar 75% dari karkas sedangkan karkas berkisar 47-57% dari berat sapi hidup. Karkas sendiri merupakan potongan daging tulang tanpa kepala, kulit, kaki, dan jeroan. Jika terdapat perbedaan berat pada sapi maka hal tersebut adalah wajar karena berat badan makhluk hidup sangat dipengaruhi oleh kondisi dan situasi lingkungannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan berat sapi secara drastis adalah stress, banyak makan dan minum, serta kondisi setelah membuang kotoran. Bahkan sekalipun baru saja selesai ditimbang, berat sapi dapat berubah jika diperlakukan buruk dan pengangkutan yang tidak nyaman. Bobot sapi dapat turun sebesar 5-10% akibat hal tersebut.