Indigofera, Hijauan Pakan Ternak Masa Depan

Indigofera, Hijauan Pakan Ternak Masa Depan

Peternakan lambat laun semakin berkembang pesat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Jumlah pertumbuhan penduduk yang cepat harus diiringi dengan jumlah kebutuhan pangan yang cukup. Peternakan besar yakni ternak ruminansia baik sapi maupun kambing salah satu komoditi penghasil produk pangan yang penting bagi manusia. Peternakan sapi dan kambing semakin hari semakin tumbuh pesat untuk memenuhi kebutuhan pangan baik produk langsung berupa daging maupun susu maupun produk olahannya. Tingginya permintaan akan daging sapi, kambing, domba dan juga susu maka meningkatkan jumlah populasi ternak. Ternak yang ikut meningkat maka akan meningkatkan jumlah pakan yang dibutuhkan oleh ternak. Ternak yang kebutuhan utamanya adalah hijauan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik untuk hidup primer ( bernafas) sampai kehidupan untuk produksi yakni menghasilkan daging, anak, dan juga susu. Dengan adanya kebutuhan pangan yang penting bagi peternakan ruminansia maka dibutuhkan hijauan yang mampu berproduksi secara cepat dan berkualitas baik.

Perburuan terhadap tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber pakan ternak terus berlangsung hingga kini. Target pencarian itu adalah menemukan jenis tanaman yang gampang dan cepat dibudidayakan serta memiliki kanduangan gizi yang tinggi untuk menggenjot pertumbuhan ternak. Saat ini, upaya eksplorasi kekayaan hayati itu telah sampai pada satu jenis tanaman yang bernama indigofera.

Tumbuhan indigofera sudah lama dikenal di Indonesia. Informasi yang dapat dipercaya mengatakan bahwa Indigofera dibawa ke Indonesia oleh bangsa Eropa sekitar tahun 1900, dan sekarang terus berkembang secara luas. Di Wilayah Jawa Barat tanaman yang dikenal dengan nama tarum ini sudah sejak lama digunakan sebagai pewarna kain, demikian juga halnya di wilayah pulau Jawa Iainnya.

Pemanfaatan tumbuhan ini sebagai pakan ternak, baik di wilayah Jawa Barat maupun di wilayah lain diIndonesia baru dipublikasikan pada awal tahun 2000. Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang kaya akan nitrogen, fosfor dan kalsium. Perkebunan indigofera yang pertama di Indonesia adalah di Wonogiri (Jawa Tengah) sebagai salah satu tanaman yang wajib ditanam disamping kopi, karet, tebu dan teh pada saat tanam paksa pada tahun 1830 (Anonimous, 2011), jadi jauh sebelum tahun 1900. Selanjutnya dilaporkan bahwa masyarakat di sekitar Ambarawa, Jawa Tengah hanya mengetahui bahwa Indigofera baik sebagai tanaman peneduh kopi dan bisa menyuburkan tanaman kopi.

Jenis-jenis lndigofera dapat tumbuh sampai 1.650 m di atas permukaan laut, dan tumbuh subur di tanah gembur yang kaya akan bahan organik. Sebagai tanaman penghasil pewarna, indigofera ditanam di dataran tinggi dan sebagai tanaman sekunder di tanah sawah. Lahan sebaiknya berdrainase cukup baik. Jika digunakan sebagai tanaman penutup tanah, Indigofera arrecta hanya dapat ditanam di kebun dengan sedikit naungan atau tanpa naungan. Jenis ini menyenangi iklim yang panas dan lembab dengan curah hujan tidak kurang dari 1.750 mm/tahun. Tanaman ini mampu bertahan terhadap pengenangan selama 2 bulan.

Indigofera tinctora tidak toleran terhadap curah hujan tinggi dan penggenangan. Dalam keadaan tumbuh secara alami atau liar jenis-jenis Indigofera dijumpai di tempat-tempat terbuka dengan sinar matahari penuh, misalnya lahan-lahan terlantar, pinggir jalan, pinggir sungai, dan padang rumput, kadang-kadang sampai ketinggian 2.000 meter diatas permukaan laut.

Indigofera sp. sangat balk dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak dan mengandung protein kasar 27,9%, serat kasar 15,25%, kalsium 0,22% dan fosfor 0,18%. Leguminosa Indigofera sp. memiliki kandungan protein yang tinggi, toleran terhadap musim kering, genangan air dan tahan terhadap salinitas (Hassen et al., 2007).

Dengan kandungan protein yang tinggi (26 – 31%) disertai kandungan serat yang relatif rendah dan tingkat kecernaan yang tinggi (77%) tanaman ini sangat baik sebagai sumber hijauan baik sebagai pakan dasar maupun sebagai pakan suplemen sumber protein dan energi, terlebih untuk ternak dalam status produksi tinggi (Iaktasi). Karena toleran terhadap kekeringan, maka Indigofera sp. dapat dikembangkan di wilayah dengan iklim kering untuk mengatasi terbatasnya ketersediaan hijauan terutama selama musim kemarau.

Keunggulan lain tanaman ini adalah kandungan taninnya sangat rendah berkisar antara 0,6 – 1,4 ppm (jauh di bawah taraf yang dapat menimbulkan sifat anti nutrisi). Rendahnya kandungan tanin ini juga berdampak positif terhadap palatabilitasnya (disukai ternak).

Dalam hal kemampuan menghasilkan hijauan pakan, I. hendecaphylia dapat menghasilkan 5 ton/ha bahan hijauan setelah berumur 2 bulan dan 25 ton/ha apabila berumur 6 bulan. Setelah dipotong atau digembalai di padang rumput, I. schimperibisa tumbuh kembali dengan cepat. Spesies ini mengandung protein kasar sekitar 10% pada batangnya sampai Iebih dari 20% pada daunnya, sedangkan ADF-nya berkisar antara 28% hingga 36%. Dilaporkan juga bahwa I. schimperi tidak mengandung racun termasuk indospicine.

Tutorial cara mudah tanam indigofera

  • Lokasi Tanam Harus Cukup Sinar Matahari. Siapkan lokasi dimana mendapat cahaya matahari penuh karena indigofera merupakan tanaman yang mebutuhkan cahaya dan panas disaat mulai perkecambahan.
  • Siapkan Polybag ukuran minimal diameter 8-10 cm di isi tanah subur bagian atas atau tanah biasa diberi pupuk kandang, polybag ini saat pembibitan harus dalam kondisi tersiram air setiap hari tetapi tidak boleh digenangi karena kalau terlalu lama tergenang bisa menyebabkan busuk.
  • Seleksi Biji Indigofera dengan Perendaman. Sebelum disemaikan rendam dulu biji indigofera 12 jam dalam air dingin kemudian buang yang mengambang. Setelah itu semai di semai tray atau baki terlebih dahulu dengan media tanah dan pupuk kandang perbandingannya 50:50, siram setiap pagi dan sore. Ketika sudah tumbuh agak besar pindahkan indigofera ke polybag, tidak perlu menggunakan pupuk kimia tetapi cukup dengan tanah subur atau pupuk kandang atau organik karena indigofera akarnya bisa mengambil nitrogen dari udara.
  • Pemindahan Indigofera dari Polybag ke Loksi Tanam. Setelah usia 2-3 bulan di polybag indigofera bisa ditanam di lokasi , usahakan dibuat gundukan saat tanam awal sehingga bila musim hujan deras dia tidak terkena genangan karena bisa menyebabkan akar busuk.
  • Masa Panen Indigofera. Tanaman indigofera bisa dipanen 70-90 hari sekali, sisakan dari tanah batang utama dengan ketinggian 80 cm.
  • Pemupukan. Untuk pemupukan bisa menggunakan kombinasi pupuk kandang dan tsp dan npk.
  • Keunggulan Indogofera. Indigofera toleran di lahan berketinggian 1 sd 1800 an meter dpl dan relative baik pertumbuhannya di lahan daerah kering dan pertumbuhannya cepat disamping tentu saja kandungan proteinnya yang tinggi sampai 27% dari Bahan Kering (BK). Dan tentunya memang sangat mudah dikembangbiakkan seperti langkah-langkah yang disebutkan dalam panduan praktis dan sederhana cara menanam Indigofera secara mudah dan simple.

 

Jika anda ingin pesan bibitnya, bisa hubungi kami
0812-9123-2007 (Call/SMS/WA)
0857-1012-2007 (Call Only)
0877-7295-2007 (Call Only)
0895-0440-2007 (Call Only)

 

Bibit Indigofera

 

Sumber: SinarTani Edisi 18-24 Pebruari 2015 No: 3595 Tahun XLV
http://peternakan.litbang.pertanian.go.id/