Jual Daging Impor: Perbedaan Danging Sapi Impor dengan Daging Sapi Lokal

Jual Daging Impor: Perbedaan Danging Sapi Impor dengan Daging Sapi Lokal

Biasanya, harga daging sapi selalu mengalami kenaikan yang sangat pesat. Terlebih ketika memasuki Bulan Ramadhan dan saat lebaran tiba. Para penjual daging tentu bisa diuntungkan juga dirugikan dalam hal ini. Akan untung karena mau tidak mau para konsumen akan membeli daging pada bulan tersebut. Rugi karena biasanya juga para supplier juga penjual daging harus membeli daging dengan harga yang ikut melonjak dari biasanya. Makan dari itu, hal ini juga tentu melibatkan pemerintah atas kenaikan harga daging sapi. Karenanya, pemerintah sendiri sebetulnya selalu berusaha keras untuk dapat menekan harga daging sapi yang harganya tidak dapat dijangkau sebagian orang. Berbagai cara dilakukan, salah satunya dengan jual daging impor, yakni mendatangkan daging yang diimpor dari Australia atau New Zeland. Berkaitan dengan hal tersebut, maka di sini akan mengulas perbedaan daging sapi impor dengan daging sapi lokal. Berikut adalh uraiannya.

Daging sapi impor dikenal dari daging sapi yang dikirim dari luar negeri dengan cara dibekukan, sementara daging ternak lokal tidak dibekukan dan biasanya lebih segar karena didapatkan secara langsung dari tempat pemotongan hewan ternak, khususnya daging sapi. Maka dari itu, daging impor biasanya mengandung es atau cairan yang sangat banyak, yang berasal dari proses pembekuan yang disebutkan sebelumnya.

Kemudian, perbedaan antara jual daging impor dan daging lokal bisa dilihat dari proses ketika memotong daging tersebut. Daging lokal cenderung akan tetap utuh ketika Anda memotongnya karena tidak terjadi penyusutan saat proses pemotongan. Sementara itu, daging sapi impor akan menyusut saat dimasak. Juga, hanya dapat dipotong sesuai apa yang diinginkan pada saat keadaan masih beku.

Kebanyakan masyarakat lebih memilih untuk membeli dan berbelanja daging ternakan lokal yang terlihat masih segar ketimbang yang jual daging impor untuk dikonsumsi di rumah. Sementara itu, untuk daging sapi impor (frozen) lebih banyak digunakan sebagai industri daging olahan seperti halnya bakso, sosis, karena harganya cenderung lebih murah dari harga daging lokal.