Jual Daging Impor sebagai Pemenuhan Konsumsi Daging Sapi

Jual Daging Impor sebagai Pemenuhan Konsumsi Daging Sapi

Jumlah penduduk Indonesia sangatlah banyak, sehingga konsumsi pada daging sapi juga banyak. Untuk memenuhi stok daging sapi di pasaran maka jual daging impor dapat menjadi solusi yang tepat. Pemasok daging sapi impor ke Indonesia yang paling banyak berasal dari Australia.

Ada lima jenis kategori daging sapi yang umum dijual di pasaran. Jenis primary cut merupakan daging yang bertekstur lunak, tidak berlemak, dan kualitasnya sangat bagus. Untuk secondary cut tipe A dan B adalah daging yang umum dijual di pasar tradisional dan supermarket. Lalu manufacturing meat adalah daging industri untuk bahan baku bakso dan sosis. Tipe fancy and variety meat merupakan variasi bagian dari daging sapi mulai dari daging kepala, lidah, dan bibir. Terakhir, ada edible offal yaitu bagian dari jeroan daging sapi seperti babat, usus, paru, dan hati.

Di pasar, pedagang yang jual daging impor biasanya menawarkan dua jenis daging. Jenis daging beku yang berlemak disebut juga dengan tipe CL (chemical lean) yaitu jenis daging yang diolah dari hasil perpaduan antara kandungan lemak dan daging murni. Lalu, jenis daging tanpa lemak yang dijual adalah tipe topside atau dikenal juga dengan nama penutup daging sapi (bagian paha belakang sampai mendekati pantat sapi).

Terdapat perbedaan antara daging segar (lokal) dengan daging impor. Pertama, pemotongan daging impor dan daging lokal memiliki potongan yang berbeda. Kedua, daging impor memiliki banyak lemak. Ketiga, daging impor memiliki warna yang lebih pucat. Keempat, daging impor harganya ada yang lebih murah karena biasanya digunakan untuk industri pengolahan bakso dan sosis. Terakhir, karena daging impor sering dibekukan maka mengandung es atau cairan yang tidak terdapat pada daging segar. Daging impor akan meneteskan air lebih banyak daripada daging segar.

Ketika jual daging impor maka harus lebih sering menjaga ketahanan daging dengan memasukkan ke freezer. Ketahanan daging segar lebih lama dibandingkan daging impor. Perbedaan antara daging tersebut tidak jadi masalah, asal keduanya dapat saling memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi.