Mastitis? Apa Itu? dan Bagaimana Cara Mengobatinya?

Mastitis? Apa Itu? dan Bagaimana Cara Mengobatinya?

Salah satu masalah yang banyak terjadi pada para peternak sapi perah adalah infeksi penyakit mastitis. Penyakit ini tersebar di seluruh dunia. Peternak akan mengalami kerugian ekonomi yang cukup tinggi. Hal ini karena sapi mereka mengalami penurunan dalam produksi susu, pengeluaran biaya untuk mengobati mastitis, dan pemendekan masa laktasi.

Penyakit mastitis terjadi akibat adanya infeksi mikroba patogen dan paling banyak dari bakteri genus Streptococcus dan beberapa dari kapang. Mikroba akan menginfeksi melalui saluran pada puting susu hewan ternak. Proses penularan dapat terjadi saat proses pemerahan yang dilakukan secara manual dan kurang higienis. Penularan agen patogen dapat terjadi dari satu puting ke puting yang lain. Mikroba dapat berasal dari tangan pemerah, air yang digunakan untuk membersihkan puting, atau pada peralatan yang digunakan saat proses pemerahan susu. Penggunaan mesin untuk proses pemerahan dapat mengurangi tingkat penularan agen mikroba.

Mengobati mastitis dapat dilakukan dengan cara pemberian suntikan antibiotik penicillin dan sulfamethazine. Mengingat biaya suntik antibiotik harus mengeluarkan budget yang mahal, maka sebaiknya dilakukan tindakan pencegahan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan kandang, memisahkan hewan yang sakit dengan yang sehat, dan menjaga agar tangan dan peralatan saat memerah sudah bersih. Selain itu, melakukan pencelupan puting ke antiseptik setelah susu diperah sangat dianjurkan guna mematikan patogen.

Gejala yang sering muncul pada hewan penderita penyakit ini yaitu pada mastitis klinis akan ada pembengkakan pada sapi, suhu tubuh meningkat, penurunan nafsu makan, dan menurunnya kualitas dari susu. Orang banyak mengeluhkan susu dari sapi yang terkena mastitis karena banyak mengandung sel somatik. Pada mastitis subklinis sedikit susah diketahui. Gejalanya hanya dapat diketahui melalui uji California Mastitis Test akan terjadi peristiwa koagulasi serta adanya peningkatan jumlah sel somatik pada susu.

Sampai saat ini mastitis masih menjadi masalah yang sering dihadapi peternak. Tindakan mengobati mastitis memerlukan cukup biaya yang mahal. Maka, sebaiknya peternak melakukan usaha pencegahan dengan baik.