Mengenali Ciri-Ciri pada Sapi Sehat

Mengenali Ciri-Ciri pada Sapi Sehat

Peternakan merupakan sub sektor penting dalam sektor mata pencaharian di Indonesia selain pertanian. Sapi dimanfaatkan produk daging dan susunya. Kebutuhan terhadap dua hasil produk sapi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Keberadaan ini menyebabkan keadaan sapi sehat menjadi hal yang sangat krusial. Hewan kelompok ruminansia besar ini akan lebih optimal pemanfaatannya jika kondisinya sehat. Kebutuhan daging yang semakin tinggi pada dasarnya menguntungkan apabila segala produksi sapi secara keseluruhan berasal dari peternak lokal. Kenyataannya, jenis hasil produksi sapi lebih banyak berasal dari luar negeri.

Setiap ternak sapi pasti menginginkan produksi susu yang tinggi, kenaikan berat badan yang tinggi, dan kemampuan sapi betina mampu beranak setiap tahun. Keseluruhan tujuan dapat diperoleh apabila sapi dalam keadaan sehat. Peternak jika ingin mendapat pembibitan sapi potong dengan kualitas baik, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal pertama adalah situasi penyakit hewan. Hal ini berkaitan dengan cara pembibitan daging yang harus dilakukan di area yang steril, tidak ada gejala klinis adanya penyakit tertentu. Kedua adalah pencegahan penyakit hewan. Pencegahan penyakit dapat dilakukan melalui vaksinasi atau tes laboratorium. Kualitas pakan juga perlu diperhatikan, serta pemerian obat cacing rutin 3 kali setahun. Ketiga merupakan pelaksanaan biosecurity.

Sapi sehat umumnya dapat kita kenali ciri-cirinya di antaranya, yaitu hewan akan mengunyah atau makan rumput serta berdiri atau berbaring dengan kelompoknya. Jika kita menghampiri maka biasanya akan langsung berdiri. Ciri kedua, yaitu berjalan dengan teratur menggunakan 4 kakinya dan melihat arah ke mana dia pergi. Ciri ketiga, memiliki pernapasan dengan teratur. Ciri keempat, yaitu tidak terdapat penonjolan pada tulang rusuk dan tulang pinggul (tidak kurus). Ciri terakhirnya, adalah kulit tidak terluka dan nampak mulus.

Ternak sapi yang kurang sehat juga dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan secara teratur. Pemeriksaan tersebut misalnya pemeriksaan kepala dan mulut. Apabila muncul tanda-tanda hewan sakit, maka sapi tersebut perlu segera diberi pengobatan agar sapi sehat kembali