Obat Hewan Ternak Sapi yang Alami

Obat Hewan Ternak Sapi yang Alami

Beternak adalah salah satu dari mayoritas pekerjaan penduduk Indonesia, tanah yang subur dan kondisi alam yang mendukung membuat peternakan mudah kita jumpai di hampir seluruh wilayah Indonesia. Namun dalam bidang peternakan, sering kita dapati peternakan yang merugi akibat hewan terkena penyakit. Kurangnya kontrol kesehatan dan pengetahuan tentang obat hewan ternak menjadi salah satu penyebab kematian pada hewan ternak sapi.

Berikut daftar berbagai macam penyakit yang sering menyerang serta bermacam obat hewan ternak sapi yang alami;
1. Cara pengobatan cacingan;
Kumpulkan bahan bahan yang diperlukan, seperti; biji lamtoro kering 20 gram, temu hitam 1 rimpang, tempe busuk 2 potong, terasi 1 jari dan garam halus 1 sendok. Campurkan semua bahan tadi terus tambahkan air secukupnya dan minumkan pada anak sapi yang terkena cacingan.
2. Cara pengobatan pada sapi kembung (bloat);
Campurkan minyak nabati dan parutan jahe kemudian minumkan pada sapi serta oleskan parutan jahe secukupnya pada bagian perut sapi.
3. Cara pengobatan pada sapi diare;
Minumkan minyak kelapa sebanyak 500 ml pada sapi, serta sapi diberikan makanan berupa daun nangka dan daun jambu biji.
4. Cara mengatasi kudisan pada sapi;
Kumpulkan bahan untuk obatnya seperti; kamfer 4 butir, belerang 400 gram dan minyak kelapa secukupnya. Tumbuk halus belerang dan kamfer hingga rata. Setelah itu, tambahkan minyak kelapa hingga menjadi krim atau pasta. Oleskan pada kulit sapi yang terdapat kudis hingga sembuh.
5. Cara mengobati sapi yang pincang;
Kumpulkan daun seseh, ditumbuk lembut lalu balutkan pada kaki sapi yang pincang. Agar tidak lepas bisa diikat dengan potongan kain.
6. Cara mengatasi luka pada sapi;
Taburkan abu hangat secukupnya pada bagian tubuh sapi yang terluka.

Pengobatan alami adalah salah satu contoh mudah dalam penanganan penyakit yang ada pada sapi. Selain harga yang lebih murah untuk membuat obat hewan ternak ini, bahan-bahan yang diperlukan mudah dijumpai di lingkungan sekitar. Tentu apabila kondisi sapi belum mengalami perubahan atau masih belum sehat, sebaiknya Anda juga harus berkonsultasi kepada dokter hewan. Karena penanganan yang tepat dapat menyelamatkan hewan ternak Anda.