Penyebab Kaki Ternak Bengkak/ Kram

Penyebab Kaki Ternak Bengkak/ Kram

Penyakit yang sering dijumpai pada ternak, terutama peternakan skala besar/ industri, salah satunya adalah gangguan musculoskeletal. Disebut gangguan musculoskeletal karena terjadi pada musculus (otot) dan skeleton (tulang/ rangka), yang menyebabkan ternak susah untuk bergerak, pincang, kaki ternak bengkak/ kram, dan downer. Gangguan seperti ini pada akhirnya berakibat turunnya berat badan dan daya tahan tubuh ternak karena menjadi enggan untuk bergerak bahkan untuk makan.

Beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya gangguan musculoskeletal, yang pertama adalah populasi yang terlalu padat pada satu kandang. Populasi yang terlalu padat akan menyebabkan ternak susah untuk bergerak dan tidur, sehingga menyebabkan kaki dapat terinjak oleh kawanan. Populasi yang padat juga akan meningkatkan persaingan pada saat makan. Seringkali ternak yang dominan dan lebih besar akan melukai ternak yang lebih kecil, sehingga mengakibatkan pincang atau luka pada tubuh. Faktor lain yang menyebabkan kaki ternak bengkak/ kram adalah lantai kandang yang licin dan kotor karena jarang dibersihkan. Lantai kandang yang penuh dengan timbunan kotoran/ feces akan menyebabkan kuku atau teracak ternak menjadi lunak, sehingga mudah terluka. Apabila ada luka terbuka pada teracak, dan ternak berada di lantai yang penuh dengan kotoran, maka akan terjadi infeksi dan kaki menjadi bengkak.

Lantai kandang yang licin, akan menyebabkan ternak sering terpeleset. Sering kali ternak yang baru saja dipindah masuk ke kandang baru akan menjadi hiperaktif, dan sering berlari dan meloncat. Hal ini akan menyebabkan ternak terpeleset kemudian jatuh, dan bisa sampai mengalami patah tulang. Fasilitas kandang yang kurang terawat, seperti adanya benda-benda tajam di sekitar pagar kandang akan menyebabkan bagian tubuh ternak terluka. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, luka akan menyebabkan agen infeksi masuk dan terjadilah bengkak pada bagian tubuh, abses, maupun foot rot (busuk pada teracak). Sangat disarankan agar fasilitas kandang memadai, untuk menghindari adanya gangguan seperti ini.

Gangguan musculoskeletal seperti kaki ternak bengkak/ kram, pincang, abses dan patah kaki dapat diminimalisir dengan melakukan beberapa hal, seperti perbaikan fasilitas kandang, kontrol jumlah populasi, serta selektif dalam memilih hewan ternak yang dipelihara, terutama bila akan memelihara dalam waktu yang cukup lama. Karena untuk menghasilkan produk ternak yang baik, kualitas bakalan ternak juga akan memberikan pengaruh yang besar.