Pertolongan Pertama Jika Ternak Kembung (Bloat)

Pertolongan Pertama Jika Ternak Kembung (Bloat)

Penyakit kembung (bloat) menjadi momok menakutkan bagi para peternak sapi. Pasalnya, penyakit ini akan menjadi sangat berbahaya apabila tidak ditangani sebaik mungkin. Pertolongan pertama ternak kembung yang tepat menjadi hal wajib bagi setiap pemilik ternak. Penyakit kembung sendiri bisa disebabkan oleh pemberian makanan atau rumput dalam keadaan basah ataupun kadar air yang tinggi. Selain itu, stress juga dapat memicu timbulnya penyakit ini pada hewan ternak. Akan tetapi Anda tidak perlu khawatir karena penyakit ini tidaklah menular baik pada manusia maupun sapi lainnya. Deteksi dini terkait kembung sapi pun mudah untuk dilihat. Biasanya, sapi yang mengalami kembung akan memperlihatkan gejala seperti mata merah, nafsu makan turun drastis, menghentak-hentakan kaki, perut sebelah kiri membesar dan jika ditepuk-tepuk terdengar bunyi seperti drum.

Jika gejala kembung terlihat, segeralah lakukan pertolongan pertama pada ternak Anda. Pertolongan pertama ternak kembung bisa Anda lakukan sendiri dengan bantuan orang di sekitar Anda. Cara yang pertama yakni dengan meletakan kaki sapi di posisi yang lebih tinggi dan bagian mulut dibuka. Lalu, masukan sebatang kayu ke bagian mulut secara melintang dimana setiap sudut kayu diikat menggunakan tali yang dililitkan ke bagian kepala hingga belakang tanduk. Hal ini dilakukan agar sapi mudah untuk bernafas dan mengeluarkan gas dari dalam perutnya. Jika belum berhasil, beberapa langkah selanjutnya bisa Anda lakukan yakni dengan meminumkan minyak goreng sekitar 200 ml. Selain itu, Anda juga bisa mengganti minyak goreng dengan minyak kayu putih atau atsiri yang ditambahkan dengan air hangat. Jika kondisi ternak sudah parah, langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan yakni menusuk-nusuk perut sebelah kiri dengan cannula dan trocoar agar gas bisa keluar.

Melakukan pertolongan pertama ternak kembung haruslah dijalankan dengan penuh hati-hati dan sesuai dengan ilmu yang ada. Karena apabila Anda tidak hati-hati dalam penanganannya, ternaklah yang akan menjadi korban. Apabila Anda belum begitu paham cara penanganan, lebih baik meminta seseorang yang lebih tahu untuk menolongnya. Jangan sampai terlambat dalam melakukan pertolongan. Dengan demikian, resiko kematian pada hewan ternak akan sedikit berkurang.