Sapi Saya Ngorok/SE

Sapi Saya Ngorok/SE

Sapi Saya Ngorok/SE mungkin jadi pertanyaan yang seringkali muncul dibenak para pebisnis ternak sapi. Terutama bagi mereka yang masih pemula dalam bidang ini. Septicaemia Epizootica (SE) atau penyakit ngorok pada dasarnya adalah suatu penyakit yang sering dijumpai pada hewan ruminansia. Terutama kerbau dan sapi. Penyakit ini memberikan kerugian yang cukup besar terhadap bisnis peternakan. Pasalnya, penyakit SE ini dapat membuat hewan ternak mati.

Penyakit SE disebabkan oleh infeksi yang berasal dari bakteri pasteurella multocida. Sekedar informasi, bakteri pasteurella multocida adalah bakteri gram negative bersifat bipolar. Sapi yang masih berumur 6 sampai dengan 24 bulan adalah yang paling rentan terserang bakteri ini. Penularan terjadi melalui minuman dan makanan yang sudah tercampur atau terkontaminasi oleh bakteri berbahaya tersebut. Biasanya, ternak yang melakukan transportasi pada musim hujan juga seringkali terserang penyakit ngorok ini.

Bagi para peternak, penyakit SE adalah salah satu penyakit ruminansia yang harus diwaspadai. Maka dari itu, peternak harus mengetahui tindakan pencegahan apa saja yang bisa dilakukan agar hewan ternak tidak terserang penyakit ngorok. Salah satu cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah mengirim ternak yang terlihat sakit secepat mungkin di kandang lain untuk dikarantina serta dilakukan pengobatan. Apabila ternak mati, hal yang harus dilakukan adalah mengubur atau membakarnya secepat mungkin. Sanitasi kandang harus diperketat agar tidak ada bakteri yang masuk ke dalam minuman dan makanan ternak. Untuk pengobatan, dokter hewan biasanya akan memberikan antibiotik untuk mengurangi gejala penyakit dan membunuh bakteri.

Selain mengetahui tindak pencegahan dan pengobatan, Anda juga harus memahami gejala apa saja yang ditimbulkan ketika ternak terkena penyakit SE. Beberapa gejalanya adalah ternak mengalami sesak nafas seperti sedang mengorok, tubuh ternak gemetar, suhu tubuh meningkat, kotoran ternak encer dan berdarah, bengkak pada bagian leher, kaki, tenggorokkan atau gelambir bawah, keluar ingus dari bagian hidung ternak dan terlihat lesu. Jika sudah parah, ternak akan mati secara cepat. Gejala ini tentunya sangat mudah diidentifikasi sehingga Anda benar-benar harus melakukan penanganan secepat mungkin.