Tips Memilih Domba dan Kambing Qurban yang Baik dan Tepat

Tips Memilih Domba dan Kambing Qurban yang Baik dan Tepat

Ketika hari raya qurban menjelang, di setiap sisi jalan atau pasar hewan pasti akan dipenuhi oleh penjualan banyak hewan qurban seperti kambing, sapi, domba dan lainnya. Jika Anda berencana membeli kambing qurban untuk disembelih, sebaiknya Anda memilih jenis yang baik dan sehat agar kelak dapat diolah dan dikonsumsi dengan aman.

Layaknya membeli suatu produk, Anda perlu memperhatikan kondisi hewan yang hendak dibeli untuk qurban. Kondisi fisik kambing sebaiknya terlihat sehat dengan mata yang cerah dan organ tubuh yang baik. Jika kambing memiliki cacat seperti kaki pincang, penglihatan buta dan kulit terkelupas atau koreng, sebaiknya jangan dibeli karena tidak akan memenuhi syarat qurban. Hal ini juga berlaku bagi kambing yang terlihat kurus (atau sangat kurus) dan sakit-sakitan.

Setelah Anda memeriksa kondisi kesehatan kambing, berikutnya cari tahu berapa usia kambing qurban tersebut. Proses qurban juga memiliki standar usia sendiri, seperti kambing dan domba yang sebaiknya berada dalam rentang usia 1 tahun hingga 18 bulan, dan sapi atau kerbau yang boleh mencapai usia 22 bulan. Anda dapat bertanya ke penjual atau pemilik hewan qurban secara langsung dan minta ditunjukkan catatan kelahiran hewan tersebut.

Jika Anda masih merasa ragu bahkan setelah memeriksa kondisi kesehatan dan usia si kambing, tanyakan lagi pada penjual atau pemiliknya mengenai riwayat kesehatan hewan qurban. Setiap kambing yang sehat memiliki berat yang cukup, tidak memiliki penyakit scabies (penyakit gatal-gatal yang disebabkan oleh kutu tungau) dan suhu badan yang normal. Pemeriksaan lebih mendalam seperti ini memang sedikit lebih kompleks, namun cara ini dapat membantu penyeleksian hewan qurban.

Jika si kambing telah berhasil melewati pengecekan panjang di atas, maka kambing tersebut layak untuk dijadikan qurban tanpa menyimpang peraturan-peraturan standar proses qurban. Cermat dalam memilih kambing qurban akan memberikan dampak positif bagi Anda sendiri dan orang-orang di sekeliling Anda yang kelak akan mengonsumsi daging hewan tersebut, dan tentunya ini berarti sebuah amalan yang baik.