Produksi Susu Turun Gara Gara Radang Ambing/Mastitis

Produksi Susu Turun Gara Gara Radang Ambing/Mastitis

Setiap peternak tentu sangat khawatir jika hewan ternaknya mengalami penurunan kualitas. Seperti salah satunya yakni Produksi Susu Turun Gara Gara Radang Ambing/Mastitis. Hal tersebut pastinya dapat menyebabkan omset para peternak menurun. Terutama bagi peternak sapi yang memang sengaja memproduksi susu. Mastitis merupakan jenis penyakit radang yang seringkali terjadi pada hewan ternak. Penyakit ini bisa bersifat kronis, sub akut atau akut. Penyakit ini menyebabkan adanya perubahan fisik dan produksi air susu. Mastitis seringkali menyerang sapi perah. Penyebab penyakit ini adalah bakteri. Efek dari mastitis adalah kuantitas dan kualitas susu yag berkurang serta sapi yang diculling. Produksi susu menurun hingga 30% per laktasi per sapi.

Mastitis menginfeksi pada saat periode kering. Ada beberapa jenis bakteri yang berperan dalam membuat sapi atau kambing mengalami Mastitis. Beberapa diantaranya adalah Str. Disgalactiae, Streptococcus agalactiae, Str.zooepedermicus, Str. Uberis, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeroginosa dan Enterobacter aerogenees. Tak hanya mikroorganisme, jumlah virulensi, lingkungan dan faktor lainnya juga memiliki peranan yang besar terhadap kesehatan dan ketahanan ternak dalam melawan bakteri penyebab radang ternal.

Berdasarkan penelitian yang ada, diketahui bahwa prevalensi mastitis yang terjadi pada bagian pendulous bisa mencapai angka sampai dengan 77,78%. Sementara pada bagian puting non pendulous bisa berada pada angka hingga 50%. Tingkat produksi dan faktor umur juga memberikan pengaruh yang besar dalam kasus mastitis. Semakin tinggi jumlah susu yang dihasilkan dan semakin sapi berusia tua, maka kemungkinan spinchter puting mengendur akan semakin besar. Akibatnya, susu yang kendor tersebut akan terinfekesi oleh bakteri. Padahal, spinchter berfungsi untuk menahan infeksi yang diberikan mikroorganisme. Susu yang sering diambil membuat spincher membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk menutup kembali secara sempurna. Hal tersebutlah yang menyebabkan munculnya peradangan pada hewan ternak.

Pengelolaan ternak dan lingkungan juga memiliki peranan yang sangat besar kenapa hewan ternak bisa sampai terkena bakteri. Hewan ternak yang terkena radang akan menunjukkan gejala-gejala yang bisa diidentifikasi dengan mudah. Gejala yang sering muncul adalah air susu berubah pecah dan bercampur dengan endapan. Gejala lainnya adalah munculnya rasa sakit dan panas pada badan hewan ternak.

Share This: